BUKAN SEKADAR SILATURAHMI, INI KOMITMEN BESAR PARA DAI DIY & SEKITARNYA

(ICBB_YOGYA) – Semangat ukhuwah dan kolaborasi dakwah mewarnai Silaturahmi Dai dan Asatidz Yogyakarta yang diselenggarakan di Islamic Centre Bin Baz (ICBB) pada Selasa (14/7/2026). Pertemuan yang dihadiri sekitar 40 dai, asatidz, pimpinan pesantren, pengelola yayasan, akademisi, dan aktivis dakwah ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dakwah Ahlus Sunnah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan basmalah, kemudian dilanjutkan dengan sesi ta'aruf antarpeserta. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta menegaskan komitmen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperluas dakwah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta memperkuat kerja sama antarlembaga demi kemaslahatan umat. Islamic Centre Bin Baz juga menyatakan kesiapannya menjadi pusat penyelenggaraan berbagai program dakwah dan daurah ilmiah di Yogyakarta.

Menyiapkan Generasi Penerus Dakwah

Dalam arahannya, Pembina Ponpes Islamic Centre Bin Baz-Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy, Ust. Abu Nida' Chomsaha Shofwan hafizhahullah, mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir banyak dai senior yang telah mendahului kita. Hal tersebut menjadi pengingat pentingnya menyiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet dakwah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Beliau juga mengajak seluruh dai untuk meneladani semangat para ulama dan asatidz yang tetap istiqamah menyampaikan ilmu meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Menurut beliau, keikhlasan, kesungguhan, dan keteguhan merupakan modal utama agar dakwah terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat.

Ukhuwah Menjadi Kunci Penguatan Dakwah

Ust. Abu Nida' menegaskan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh menjadi sebab renggangnya hubungan antarlembaga maupun antardai. Sebaliknya, ukhuwah harus terus dipelihara sebagai fondasi dalam membangun dakwah.

Beliau juga mendorong lahirnya sinergi antarlembaga dalam menyelenggarakan berbagai program bersama, khususnya menghadirkan para masyayikh melalui daurah ilmiah. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup pembiayaan, penyediaan tempat, transportasi, akomodasi, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya sehingga beban dakwah dapat dipikul bersama dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Selain itu, beliau mengingatkan agar para dai tidak mudah pesimis dalam merencanakan program dakwah. Selama dilandasi keikhlasan dan sesuai tuntunan syariat, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kemudahan dan keberkahan. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menghormati para pelopor dakwah yang telah berjasa dalam menyebarkan Islam.

Sepakat Menggelar Daurah Ilmiah Secara Rutin

Pada kesempatan yang sama, Ust. Muhammad Wujud hafizhahullah menyampaikan bahwa silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun koordinasi penyelenggaraan daurah ilmiah secara berkesinambungan di Yogyakarta. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dengan menjadikan dua kalimat syahadat sebagai landasan utama ukhuwah Islamiyah.

Dalam sesi musyawarah, para peserta mengusulkan agar Islamic Centre Bin Baz menjadi pelopor penyelenggaraan daurah ilmiah berskala besar di Yogyakarta. Dengan pengalaman, sumber daya, dan jaringan yang dimiliki, ICBB dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat koordinasi kegiatan dakwah yang melibatkan berbagai lembaga.

Para peserta juga menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan program tersebut, baik sebagai panitia, penyedia tempat, dukungan pembiayaan, maupun bentuk kontribusi lainnya. Mereka berharap daurah bersama dapat diselenggarakan secara rutin sebagai sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas keilmuan, dan memperluas manfaat dakwah bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati penyelenggaraan daurah ilmiah secara rutin di Yogyakarta dengan melibatkan berbagai lembaga dakwah secara bersama-sama. Islamic Centre Bin Baz siap menjadi lokasi utama penyelenggaraan, dengan kemungkinan bergantian di tempat lain sesuai kesepakatan bersama.

Dihadiri Berbagai Tokoh dan Lembaga Dakwah


Silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 40 dai dan asatidz dari berbagai lembaga dakwah, di antaranya Ust. Abu Nida' Chomsaha Shofwan (Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy), Ust. Muhammad Wujud (Yayasan Islam Al Furqon), Prof. M. Jhandra (Universitas Madani), Ust. Amrin Musthofa (STITMA), Ust. Afifi Abdul Wadud (YPIA Yogyakarta),  Ust. Shuhaib Umar Budihargo (Taruna Al-Qur'an), Ust. Mu'tashim (Ponpes YAUMI), Ust. Imam Agus Salim (Al Qolam Sleman), Ust. Mohammad Romelan (MABA), Ust. M. Abduh Tuasikal (Pesantren Darush Sholihin),  Ust. Arif Muhammad Nurwijaya (YPIA Yogyakarta), Ust. Agung Prabowo (Masjid MABA), Ust. Rajendra (Yayasan Imam Syafi'i Yogyakarta), Ust. Muhammad Wasitho (Ponpes Islam Al-Ittiba' Klaten), serta para dai dan perwakilan pesantren, masjid, yayasan, dan lembaga dakwah lainnya di Yogyakarta dan sekitarnya.

Menutup pertemuan, Ust. Abu Nida' hafizhahullahkembali menegaskan bahwa Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy akan terus berpegang teguh pada khithah yang telah dirumuskan sebagai pedoman dalam pembinaan dan pengembangan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang wasathiyah dan wathaniyah. Beliau juga memanjatkan doa agar seluruh pesantren, lembaga pendidikan, masjid, dan lembaga dakwah yang berkhidmat dalam menyebarkan ilmu syar'i senantiasa diberikan keberkahan, keistiqamahan, serta terus memberikan manfaat bagi umat hingga Hari Kiamat.


Editor: Abu Bassam
Sumber: Notulensi Panitia

Abu Bassam

Author